"apa salah ya kalau aku menginginkan orang seperti dia yang sangat bagus dimata orang banyak?"
"gak, Al. kamu gak salah." tukas Indah.
"aku emang gak pantes buat dia. aku terlalu rendah buat dia, Ndah, pantas aja dia lebih memilih Lia daripada aku."
"Al, kamu gak boleh ngomong begitu. kamu harus ingat kalau Tuhan itu adil dengan semua umat-Nya. mungkin kamu gak bisa mendapatkan kak Andre, tapi aku yakin akan ada seseorang yang akan menggantikan posisinya dihatimu suatu saat nanti."
"apa hal itu mungkin terjadi, Ndah? dari dulu aku cuma disakiti dan terus disakiti. aku udah gak kuat kayak begini terus Ndah."
"Sss.....kamu gak boleh ngomong kayak gitu, Al. aku gak mau sahabat aku yang tegar jadi kayak gini."
aku memandang ke arah Indah dan mengharapkan kata-kata dari sahabat karibku itu.
"aku kenal kamu bukan cuma 1-2 tahun, Al, kita bersama dari kecil. aku tahu segalanya tentang kamu, begitupun sebaliknya. kamu itu kuat,Angela. jangan kamu menyerah hanya karna hal ini."
Indah membelai pipiku dan menghapus air mataku yang masih mengalir, lalu aku memegang tangannya dan dia lalu memelukku.
"makasih, Ndah, makasi banget kamu udah slalu ada buat aku."
"udah ya, Al, kamu jangan nangis lagi."
aku melepas pelukannya dan berusaha tersenyum.
"nah, Angel itu akan cantik kalo tersenyum."
"makasih, Ndah."
"sama-sama, Al, sekarang aku minta sama kamu, kamu jangan mengingat dia lagi."
"aku gak bisa, Ndah." kataku sambil menunduk.
"ok..ok..kamu gak bisa, tapi coba, hilangkan rasa itu dengan dia yang udah bener-bener nyakitin kamu."
"kamu bantu aku ya."
"pasti, Al."
"makasih banyak, Ndah."
Sabtu, 23 Oktober 2010
AngeL's Story part. 3
Diposting oleh Afrilia de AngeLove di 08.47
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar